> Klik pada gambar di atas atau di bawah ini untuk masuk toko online, atau ketik nama produk pada kotak pencarian - ENTER!

   

Browser:

Media Masa

 

Media Sosial:

Koperasi:

E-Comers:

 

 

 

Kliklah pada gambar atau tulisan di bawah ini untuk membeli berbagai kebutuhan!

Comedy  

 

 

 

 

Produk-Produk:

 

LADANG DUNIA

By: EmKhebe

Dunia ini bagaikan sebuah ladang yang digarap atau dikelola oleh Sang Pencipta sendiri. Manusia bukanlah pemilik melainkan hanya penggarap atau pemakai seperti juga makhluk hidup yang lain. Tetapi tindakan manusia sering berlebihan yang membuat habitat binatang-binatang berkurang. Akibatnya hewan-hewan terdesak dari habitatnya dan menyingkir mencari alam hidup yang nyaman, tetapi keadaan menjadi lebih kacau.

Bumi merupakan 'ladang bersama' yang tidak boleh diklaim secara se pihak oleh makluk manapun. Semua ditata dan ditentukan untuk mempunyai kawasan  atau wilayah kekuasaan sendiri. Manusia mempunyai wilayah yang lebih luas meliputi seluruh muka bumi yang dikelompokkan serta ditentukan dengan nama; benua, negara, bangsa, suku dan detail lain yang menentukan identitas. Dunia terkotak menjadi lima benua, yaitu Asia, Australia, Afrika, Amerika dan Eropa. Meskipun sudah memiliki wilayah sendiri, tetapi negara-negara dari benua tertentu pernah menjajah negara tertentu di benua lain.

 

Hewan-hewan yang terdiri dari binatang yang hidup di darat, di laut atau air serta udara dianugerahi 'keahlian khusus' untuk mempertahankan diri sesuai habitatnya. Dalam setiap wilayah hidup itu, binatang-binatang masih terbagi lagi oleh perilaku hidup, kebiasaan sesuai karakteristik dari setiap binatang itu. Hewan darat ada yang berkaki dua, berkaki empat, kaki enam, delapan dan yang paling banyak kaki seribu. Ada binatang yang penurut dan jinak sehingga dipelihara manusia, tetapi ada juga yang 'cemburu', 'pemarah' dan makanannya memangsa binatang yang lain dan tinggal di hutan, di gua serta di dalam tanah.
Binatang yang tinggal di udara disebut unggas atau burung; mereka tidak tinggal di udara yang tanpa pijakan, melainkan hanya jauh dari tanah  - di atas pohon dan gua-gua terpencil. Bangsa unggas juga ada yang jinak seperti ayam, itik, dan merpati, tetapi ada yang liar seperti elang, alap-alap serta burung hantu. Ketiga contoh unggas yang disebut itu termasuk bangsa pembunuh yang selalu membunuh dan memakan binatang yang lain. Burung rajawali jenis yang besar dapat membunuh dan menerbangkan anak kambing ke udara.

Kelompok binatang laut dan air ada sebagian kecil dapat diketahui oleh manusia, tetapi mungkin banyak juga yang belum diketahui. Binatang air yang diketahui, yaitu ikan air tawar seperti mujair, ikan mas, gurami, ikan koki, serta ikan lele dan gabus. Ikan laut ada yang kecil-kecil dan ada yang sebesar gajah bahkan lebih, seperti ikan paus dan ikan hiu, ikan duyung, lumba-lumba dan masih banyak lagi.

Di samping manusia, bangsa binatang, unggas dan binatang air masih terdapat binatang yang dapat hidup di dua alam; darat dan air. Jenis binatang itu disebut juga bangsa amphibi, seperti penyu atau kura-kura, kuda nil serta buaya.Ketiga binatang itu habitatnya di laut, tetapi mereka juga dapat hidup di darat dalam waktu yang relatif lama. Organ tubuh dan sistem pernafasan binatang-binatang itu 'dirancang' sedemikian canggih dan unik yang memungkinkan binatang-binatang aphibi hidup di dua alam. Masih sangat, sangat banyak keadaan dunia, tetapi sedemikian sangat luas, banyak dan rumit ladang dunia, seluruh dunia pun tidak mampu menguraikannya. Semua dapat hidup dan mempertahankan diri serta jenisnya berdasarkan hukum alam dari Sang Pencipta.

Tetapi semua itu tidak dapat bertahan hidup bila tidak ada makhluk lain yang tidak berpindah-pindah, mati dan hidupnya tetapi berada di tempat yang sama, yaitu tumbuh-tumbuhan. Justru di dalam kisah penciptaan, tumbuh-tumbunan diceritakan bahwa setelah Tuhan, Sang Pencipta menciptakan segala binatang yang berkeriapan, diciptakanlah berbagai jenis tumbunan yang menjadi makanan binatang-binatang itu. Tetapi mengapa singa, harimau, dan serigala tidak memakan rumput atau daun-daunan seperti sapi, kerbau dan kuda? Ini misteri alam, mungkin memungkinkan adanya keseimbangan, sehingga binatang-binatang tidak mengalami ‘over populasi’ yang mengakibatkan tumbuhan menjadi korban penggundulan alam. Kemahabijaksanaan Sang Pencipta yang tidak dapat dimengerti oleh manusia, selain menarik kesimpulan dan dalil dari segala fenomena.

Ladang dunia adalah milik bersama, yang patut dipelihara bersama, biarpun semua makhluk memiliki pengertian atau pemahan yang tidak sama. Insting atau naluri untuk hidup, berkembang biak dan mempertahankan diri merupakan anugerah yang tidak boleh dirampas oleh makhluk yang lain. Tetapi karakteristik setiap ciptaan merupakan kebijakan Sang Pencipta memenej sehingga adanya keteraturan hidup bagi setiap makhluk. Di kalangan manusia, penyakit tertentu dengan sebutan virus juga bukan terjadi secara kebetulan. Semua ada dan terjadi sesuai kebjikasanaan Sang Pencipta. Kita hanya menerima dan merawat semuanya agar tetap lestari.

 

 

Shared to:

 

 

    

Artikel:

       

@ladangkita.com 2017